BukuSpiritual

Menyembuhkan Penyakit Cinta Kedudukan

Jiwa merasa tenang dan bergetar bila disanjung dan dipuji. Dengan pujian, seseorang merasa sempurna. Secara naluri, jiwa amat menyenangi kesempurnaan. Sebaliknya, jiwa akan benci bila dicela dan dikecam karena setiap celaan mengandung kekurangan dan jiwa amat membencinya.

Orang yang diuji dengan cinta kedudukan, semangat dan cita-citanya hanya terbatas pada bagaimana mencintai kedudukan, mencari yang lebih tinggi lagi dan bagaimana mendapatkan hati manusia. Hal itu bisa memaksanya berbuat riya dan munafik.

Oleh karena itu, Rasulullah saw. menyerupakan cinta harta dan kedudukan dengan dua serigala yang berkumpul di tempat pengembalaan kambing. Beliau bersabda,

إِنَّهُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ كَمَا يُنْبِتُ الْمَاءُ الْبَقْلَ.

“Cinta pada kehormatan dapat menumbuhkan kemunafikan layaknya air menumbuhkan sayur-sayuran.”

Cara mengobatinya adalah memadukan ilmu dan amal.

Berarti seseorang mengetahui bahwa tujuan di balik cinta kedudukan adalah menguasai hati banyak orang. Aku telah menjelaskan bahwa meskipun bersih dan selamat, kedudukan tetap tidak dibawa mati sehingga ia tidak termasuk amal ibadah yang kekal. Bahkan seumpama setiap orang yang ada di atas bumi—dari ujung timur hingga ujung barat sejauh lima puluh tahun perjalanan—menyembah kepadamu, hal itu sama sekali tidak akan membuat orang yang menyembah dan yang disembah kekal abadi. Nasibmu tidak jauh berbeda dengan nasib orang-orang berkedudukan tinggi yang mati sebelumnya. Kedudukan hanyalah kesempurnaan semu karena ia akan hilang bersamaan dengan datangnya kematian.❞

📖 Sumber: Imam Al-Ghazali, 𝙄𝙠𝙝𝙩𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙄𝙝𝙮𝙖’ ‘𝙐𝙡𝙪𝙢𝙞𝙙𝙙𝙞𝙣, hal. 313.

Author

Related posts

Matahari Minor – Tere Liye

hafidz

Karakteristik Wasathiyah

Habz Rahman
error: Content is protected !!